![]() |
| Sumber:Facebook |
Inilah kiranya kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan, kehidupan di sebuah kampong di tanah Papua khusunya Ilaga ditempat peperangan ini.
Berawal dengan korban yang berjatuhan, setelah dipulihakan akan menjadi yang terbaik dari yang lain….
Tiada hal-hal yang baru di dunia ini semua hal sudah pernah terjadi....
Tiada hari tanpa tangis …
Tiada hari tanpa kegelisahan…
Menatap bumi baru denga kepemimpinan tersendiri tanpa campur tanga orang lain....membuat masyarakat korban di Ilaga.
Dari yang kesekian banyak satu yang ingin ku ceriterkan dari tanah kerinduan akan pemulihan yang berjudul : TANGIS PEREMPUAN KECIL DI HUTAN MISTERI
Inilah Ulasan Ceritanya…….!
Kisah Seorang anak perempuan yang berangkat dari tempat peperangan yang menjatuhkan banyak korban ini.
Ayahnya juga mengikuti peperangan, kemudian ibunya membatu masaka makan untuk ayah dan kerabat perang lainya…!
Perempuan yang usianya masih 9 tahun ia dikejar oleh pihak lawan ” musuh ayahnya” , yang sedang mengikuti peperangan itu, tragisnya perempuan kecil ini dikejar dan diancam untuk dibunuh.
Padahal yang mengikuti perang ayahnya… kemudian perempuan kecil itu memilih untuk melarikan diri melewati hutan belantara yang misterius menelusuri hutan keramat itu dengan taruhan nyawa.
Situasi yang menghimpit itu membuat ia harus meniggalkan orang tuanya dari daerah peperangan itu. Padahal usianya masih 9 tahun..
Dari balik gunung ia melangkah menghindari ancaman dari musuh bapaknya. Ia membawa lembaran ijasah milik bapaknya ke kota sinak.
Ia terus jalan walau malam datang angin meyerbu tubuhnya salju dari puncak jaya meyerbunya tapi ia komitmen haru selamtkan nyawanyadan ijasah bapakanya.
Malam hening itu membuat dirinya aman dari ancaman musuh ayahnya ketika perempuan kecil ini hendak tiba dirumah ayahku di sinak,tnpa tunggu lama perepuan kecil itu menyapa
perempuan : selamat malam mama..
Ibuku terkejut dari tidurnya, Iya selamta malam juga dengan siapa?. Ia tak menyahut karena Ia tidak mendengar suara mama saya.
lalu anak perempuan itu terus teriak dengan aluna kata yang sama “selamat malam mama”
Mama saya bangun dari tempat tiduar dan duduk sejenak mendengar suara perempuan itu seakan akan suara itu mama saya mengenalnya. “penasaran”
Tanpa henti perempuan kecil itu terus teriak “mama selamat malam.”
Mama saya mengulangulangi katanya diatas dengan siapa?
Kemudain sambil tertawa perempuan kecil itu menjawab saya mama! tanpa menyebutkan namanya…!
Ibuku keluar perlahan sambil membangunkan ayah saya, yang sedang tidur nyenyak bangun kemudian. Ibuku membuka pintu depan itu,
Lalu terkejut melihat anak itu, kemudian menanyakan padanya dengan siapa datang dari ilaga jawab anak itu saya sendiri…ibuku merasa sedih melihat anak itu dan meneteskan air matanya.
kemudian perempuaan kecil ini disuruh masuk kedalam rumah.
Ia menceriterakan kejadian tragis yang sedang menipa kota Ilaga itu dengan menumpaskan airmatanya.
Rumahku gelap maklum di pedalaman belum ada listrik tidak ada cahaya listrik yang Nampak,
ibuku cepat-cepat menuju dapur menyalakan api untuk perempuan kecil itu menjemur badanya, cahaya api itu menyala makin besar memberikan kehangatan kepada perempuan kecil itu.
Malam hening itu dihiasi dengan arimata yang terus menetes megalir di pipi anak itu dan Ibuku. Setelah ia mendengarkan ceritera kejadian tragis ini dari anak perempuan itu. Dan perjalananya melewati hutan belantara ini.
Ia menceriterkan kondisi masyarakat di Ilaga yang kian terlantar, pendidikan macet, ibu ibu tidak dapat berjualan karena suaminya ikut prang, puskemas tutup dan yang lainya hal itupun membuat perempua itu tidak betah dan membuatnya tegang karena situasi yang kian buram ini.
Semuanya ia menceriterakan Dengan menagis airmatanya menetes memebrikan kesedihan yang mendalam bagi ibu saya. Airmata perempuan kecil ini memberikan arti bahwa kenapa tidaak ada respon dari pihak pemerintah hingga membuat rakyat menjadi korban politik.
Sekarang perempuan kecil ini sedang berlibur di kota bersama kakak perempuanya.
Ketika ia berjumpa dengan saya di Nabire ia meceriterakan hal yang sama, sayapun turut bersedih akan kisah perempuan kecil ini setelah melewati hutan belantara.dan korban yang makin hari makin bertambaha ini.
Dari bahayanya ancama aku bisa keluar untuk mentap dunia. dari dunia itu aku dapat meraih cita-citaku, dan kelak aku menjadi manusia aku akan meceriterakan kisah ini pada anak cucuku, sebab kisah ini merupakan awal dimana aku meranjak menuju remaja.
Oleh:Hengky Yeimo
==================================
Sumber: Facebook Hengky Yeimo


0 komentar:
Posting Komentar